Sabtu, 03 Juli 2010

Argentina vs Jerman (2)


Pertandingan Piala Dunia yang tadinya saya tunggu-tunggu antara Argentina melawan Jerman kini sudah berakhir. Pertandingannya dimenangkan oleh Jerman dengan skor 4-0. Dengan demikian, semua tim yang saya jagokan di Piala Dunia kali ini telah tersingkir. Piala Dunia belum berakhir memang, namun kegairahan saya menonton kini tidaklah sebergairah ketika tim-tim jagoan saya belum tersisih.

Walaupun demikian, saya harus tetap mengucapkan selamat kepada para pendukung Jerman. Kini saya akan menonton Piala Dunia dengan lebih santai. Saya akan tetap mencintaimu sepakbola.

***

Argentina vs Jerman (1)


Saya sedang menunggu pertandingan Piala Dunia antara Argentina melawan Jerman. Ini babak perempat final. Saya berharap Argentina yang memenangkan pertandingan dan melaju ke semifinal. Semalam salah satu jagoan saya, Brasil, telah tersingkir oleh Belanda.

Ya, saya berharap malam ini Argentina yang menang. Jika harapan saya terkabul, maka saya berjanji hanya akan merayakan dalam hati kemenangan Argentina tersebut. Ini untuk menjaga perasaan Anda yang barangkali menjagokan Jerman.

Okelah kalau begitu. Selamat menonton dan salam olahraga.

***

Ke bengkel


Hari ini baru dari bengkel, memperbaiki motor perusahaan (perusahaan dengan karyawan 3 orang, 3 orang karyawan ini masing-masing mempunyai bos bernama diri sendiri). Motor kami itu mendapat perbaikan pada fer di bagian tuas starter kaki. Fer ini sudah tidak nge-fer lagi sehingga pada waktu motor dinyalakan, tuas ini tidak kembali ke posisi semula, ia malah terus turun ke bawah menyerupai posisi tuas standar samping ketika kita memarkir motor. Posisi yang sangat tidak estetis sekali, memang.

Lalu, bagian yang juga mendapat pergantian adalah lampu depan motor. Lampu inilah yang akan dinyalakan jika kita mengendarainya dimalam hari. Lampu ini yang akan menunjukkan yang mana jalan berlubang yang harus dihindari, yang mana polisi tidur sehingga kita tidak membangunkannya, dan lampu inilah yang merupakan mata ke tiga kita saat mengendarai motor.

Yang mendapat pergantian berikutnya adalah stand kaki di bagian kanan. Karet pijakan pada bagian ini sudah aus sehingga perlu diganti dengan yang baru. Selain agar terlihat indah dipandang mata, pergantian ini juga bertujuan untuk kenyamanan kaki saat mengendara.

Saya menunggu beberapa jam sampai semua pergantian itu selesai dilakukan. Ada yang beda memang setelah motor kami pulang dari bengkel dihari ini. Fungsi pada bagian-bagian yang diganti tadi kembali menjadi normal.

Jika motor saja bisa tampak berbeda setelah dari bengkel. Apa lagi kita yang manusia ini. Sepertinya kita perlu pula sesekali atau sering-sering untuk ke bengkel. Memeriksakan diri untuk kemudian mendapatkan perbaikan atau penggantian pada bagian diri yang sudah tidak normal lagi.

Kalau begitu, bengkel manusia dimana ya?

***

Minggu, 27 Juni 2010

Pada awalnya adalah berlari-lari kecil

Malam tadi saya memenuhi undangan seorang teman untuk bermain futsal. Seperti biasa sebelum bermain saya akan melakukan pemanasan dengan berlari-lari kecil menyusuri tepi lapangan. Hal ini merupakan prosedur standar yang saya tetapkan buat diri ini pada setiap kali akan bermain futsal. Ada beberapa manfaat dari pemanasan ini, salah satunya adalah untuk memanaskan otot-otot yang akan dipakai pada saat bermain sehingga nantinya dapat mencegah cedera pada otot-otot itu.

Sambil melakukan pemanasan tersebut biasanya saya akan mengecek sejauhmana ketersediaan stamina yang saya miliki saat itu. Setelah saya mengetahui ketersediaan stamina, kemudian saya akan menakar berapa lama saya akan dapat bermain sebelum nantinya mengalami kelelahan. Jadi, melakukan pemanasan sebelum bermain futsal adalah penting buat saya. Sebab dengan begitu saya akan tahu apakah saya akan bermain menyerang atau bertahan.

Malam tadi, setelah melakukan pemanasan selama kurang lebih 5 menit, akhirnya tibalah giliran saya untuk bermain. Menyadari kondisi stamina yang lagi oke, saya langsung mengambil inisiatif menyerang. Dan hasilnya sebuah gol tercipta melalui kaki saya. Dan saya pun tersenyum. Dan permainan pun berlanjut. Kali ini tetap dengan berlari-lari. Berlari-lari yang tidak lagi kecil.

* * *

Jumat, 18 Juni 2010

Catatan dari Pinggir Lapangan

Tertatih-tatih difase kualifikasi zona comenball, akhirnya Argentina bisa meraih satu tiket ke Piala Dunia 2010. Dan malam kemarin setelah mengalahkan Korea Selatan 4-1, Argentina memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos ke babak 16 besar. Prestasi ini seolah menjawab keraguan publik Argentina dan juga pencinta sepakbola akan prestasi kesebelasan ini difase kualifikasi yang lalu.

Jika ada negara yang paling banyak mendapatkan sorotan sebelum bergulirnya Piala Dunia di Afrika Selatan, maka negara itu adalah Argentina. Sebab, dengan memiliki latar belakang pemain yang matang di klub-klub raksasa Liga Eropa, serasa tidak mungkin Argentina harus tertatih-tatih untuk bisa lolos ke Piala Dunia.

Barangkali disinilah ujian dan konsekuensi menjadi tim yang mempunyai nama besar. Prestasi yang diraih harus berbanding lurus dengan nama besar yang dimiliki. Jika prestasi yang diraih kemudian adalah bertolak belakang dengan nama besar itu, maka sorotan dan kritikan akan sering terdengar. Dan konsekuensi dari kritikan selalu hadir bagaikan pisau bermata dua, tergantung pada bagaimana kita menyikapi kritikan tadi. Pada mata pisau yang satu, kritikan bisa mendorong ke prestasi yang luar biasa. Pada mata pisau yang satunya lagi, kritikan bisa membawa pada keterpurukan yang juga luar biasa.

Maka, jika semalam Argentina menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar, saya meyakini bahwa kesebelasan ini telah menjadikan kritikan dan keraguan publik sebagai sebuah pembelajaran dan pendorong ke arah pencapaian prestasi yang lebih besar. Tentunya, dengan pencapaian yang diperoleh malam kemarin, banyak kalangan berharap agar Argentina bisa terus menang hingga nantinya memenangi Piala Dunia.

Namun, Piala Dunia belum berakhir. Masih banyak pertandingan yang harus dilewati untuk menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi dan menerima tepuk tangan. Kita masih akan menunggu, menonton, dan mendukung favorit kita masing-masing.

Saya pun menaruh harapan pada Argentina. Ini bukan berarti kesayangan saya adalah Argentina. Hati saya masih untuk Brasil, walaupun sesekali datang bisikan untuk memihak pada anak-anak muda Spanyol. Namun saya tak bisa membohongi diri kalau ternyata diam-diam saya telah jatuh cinta pada Argentina.

Jatuh cinta saya ini lebih kepada bahwa jika Argentina nantinya memenangi Piala Dunia 2010 maka inilah yang akan tertulis dalam sejarah:
Tertatih-tatih dibabak penyisihan pra piala dunia, dikritik dan diragukan bisa lolos ke Afrika Selatan lalu kemudian lolos. Meraih poin penuh dipenyisihan grup, bermain (berjuang) babak demi babak, lalu akhirnya Argentina memenangi Piala Dunia 2010.
Pencapaian Argentina ini nantinya akan dapat mengispirasi siapa saja. Ini akan memberitahukan kepada kita bahwa hidup ternyata bukan hanya persoalan nama besar. Hidup juga bukan hanya persoalan menang dan kalah. Tetapi hidup pastilah tentang perjuangan. Man jadda wajada.

***