Kamis, 01 November 2012

Melihat Hijaunya Rumput Sendiri

Saya punya seorang kawan. Sejak SD, SMP, SMA kami selalu satu sekolah. Ia sekarang bekerja di Trans7 TV. Saya tak tahu persis ia bekerja di bagian mana atau untuk acara apa. Saya seringkali membaca status pada akun facebooknya. Hari ini dia di daerah ini, pekan depan sudah di daerah yang lain lagi. Di statusnya di facebook itu kadang saya membaca komentar dari teman-teman kawan saya ini : Asyik ya, jalan-jalan terus.

Ketika mudik pada Lebaran Idul Fitri yang baru lalu, saya bertemu dengan kawan ini. Kami bercerita banyak tentang pekerjaan masing-masing.

Ia, katanya, pernah syuting di sebuah daerah terpencil. Saya sudah lupa apa nama daerahnya. Apakah di Kalimantan, atau di Sumatera. Saking terpencilnya daerah itu, ketika mereka kehabisan uang untuk perjalanan pulang kembali ke Jakarta, mereka terpaksa harus mencari Kantor Pos terdekat. Kantor Pos-lah satu-satunya cara untuk menerima kiriman uang dari Jakarta. Tetapi tidak cukup sampai disitu saja. Mereka harus mengecek terlebih dahulu jumlah uang tunai yang ada di Kantor Pos tersebut. Jika jumlahnya mencukupi untuk kiriman yang mereka minta, barulah wesel pos akan dikirimkan melalui Kantor Pos tadi.

"Saya kadang iri dengan orang-orang kantoran. Saya kadang ingin kerja seperti mereka. Pergi pagi pulang petang dan diakhir pekan menikmati liburan. Saat diakhir pekan pergi syuting pagi-pagi, saat memandang keluar melalui kaca mobil, memandang orang-orang yang bersepeda, saya juga ingin seperti mereka", begitu pengakuan kawan saya tadi.

Tak jarang pula kawan saya ini bekerja hingga subuh hari. Jam-jam selepas tengah malam sangat cocok untuk menulis script acara yang baru saja selesai syutingnya. Kalau sudah begini, pagi-pagi adalah waktu untuk tidur.

Tapi, asyik kan jalan-jalan terus? Bisa mengunjungi berbagai tempat? Banyak yang bertanya seperti itu. Saya pun bertanya demikian kepada kawan ini. 

"Iya, barangkali seperti itu", jawab kawan saya. "Atau, rumput tetangga barangkali memang selalu lebih hijau dari rumput sendiri?" sambungnya lagi.

* * *

Sampai disitu dulu, sudah dulu, ya, hhooamm... Besok pagi saya harus ngantor. :)

1 komentar:

  1. realita kehidupan yang akhir nya adalah saling menyangka nyangka...

    BalasHapus