Minggu, 03 Juni 2012

Di toko buku itu saya teringat seseorang, yang jika nanti saya menulis buku, barangkali namanya akan ada di lembaran pertama bukuku itu

Saya ke toko buku itu lagi. Siang tadi. Setelah menaiki tangga masuk, melewati pintu depannya, beberapa langkah, terdapat sebuah ruangan. Disitu dipajang DVD musik dan film. Disitulah untuk beberapa lama saya berada. Melihat-lihat. Menumbuhkan cita-cita pada hati. Semoga besok-besok kalau cita-cita itu sudah cukup matang, saya boleh memiliki DVD-DVD itu. Beberapa saja dululah.

Setelah itu saya naik ke lantai dua. Di lantai dua itu saya akan bertemu dengan ribuan buku. Disitulah biasanya saya berlama-lama. Sesekali saya menyempatkan mencuri-curi pandang pada karyawan toko buku itu. Yang rambutnya sebahu itu. Yang bedak tipis di pipinya itu, pas sekali ia usapkan. Apalagi dengan tambahan sedikit perona merah pipi. Tetapi siang tadi ia tak ada. Saya sudah mencarinya di tempat ia biasa merapikan buku-buku. Ia memang tak ada. Barangkali ia dapat shift malam.

Kalau ke toko buku itu saya biasanya melakukan kebiasaan ini. Mendatangi sekelompok tumpukan buku dan menyisir sampul serta judulnya. Ketika mata ini menemukan judul buku tertentu yang kira-kira menarik, saya  meraih buku itu. Membaca testimoni ataupun ringkasan singkat di cover belakangnya dan kalau ada yang segelnya sudah terbuka saya menyempatkan diri membaca acak beberapa halaman di dalamnya. Kebiasaan ini hanyalah sebagai cara saya untuk don't judge a book by it cover.

Dari satu tumpukan buku saya akan beralih ke tumpukan buku berikutnya. Sambil berpindah-pindah ini saya merekam buku-buku apa yang menarik dan lagi sesuai dengan mood membaca saya saat itu. Setelah beberapa lama saya akan kembali ke tumpukan buku yang sebelumnya saya datangi. Saya akan meraih satu buku di tumpukan yang ini. Satu buku di tumpukan yang itu. Satu buku di tumpukan yang sana. Kemudian saya menggendong mereka, membawanya menuju kasir.

Siang tadi saya ke toko buku itu lagi. Saya membawa pulang dua buah judul buku. Sebelum menemukan kedua buku itu, saya sempat juga bertemu dengan sebuah judul buku yang lain. Di sampul belakangnya saya menemukan tulisan ini.

"... sesuatu yang dilakukan dengan hati akan selalu menghasilkan energi yang tak pernah mati."

Saya menuliskan kalimat itu di hape saya. Sempat terpikir untuk mengirimkannya ke teman-teman, atau, ke seseorang. Beberapa saat menimbang-nimbang saya akhirnya tidak mengirimnya ke siapa-siapa. Saya hanya mengetikkan nomor hape saya sendiri, menekan tombol send, dan kalimat itu masuk lagi ke hape saya.

Saya sebenarnya ingin mengirimkan kalimat itu kepada seseorang. Seseorang yang saya ingat di toko buku itu. Seseorang yang tak menyukai buku, katanya.

Hei, sudah waktunya pulang, bukan?

* * *





2 komentar:

  1. Dan akhirnya saya harus tegas pada diriku sendiri....saya harus berhenti sekarang juga..... walaupun sulit rasanya.... tapi saya harus bisa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamu Alaikum, Pak Ahsan.. :))

      Hapus